Pengembangan VCD Latihan Teknik Sapuan Rebah Belakang (cyrcle) Pencak
Silat Siswa Kelas Dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Banyak dan
bermacam-macam beladiri di dunia ini, dan masing-masing memiliki ciri khas yang
akhirnya membedakan antara beladiri satu dengan beladiri yang lain. Pencak
Silat sebagai cabang seni beladiri yang merupakan budaya bangsa Indonesia untuk
diwariskan secara turun temurun.
Beladiri pencak silat terdiri dari berbagai perguruan atau aliran pencak silat,
yang sejarah lahirnya tidak semuanya diketahui secara pasti.
Pencak silat pada jaman dahulu hanya diberikan kepada kalangan-kalangan tingkat menengah ke atas. Karena pada masa awal kelahirannya,
pencak silat lebih sering berfungsi sebagai upaya mempertahankan diri dari berbagai ancaman, khususnya yang datang dari sesama manusia (Hariyadi, 2003: 2).
Pada saat ini perkembangan pencak silat di Indonesia sangat pesat, hal ini dibuktikan dengan banyaknya perguruan-perguruan di Indonesia. Salah
satunya adalah Perguruan Silat Selat Walet Hitam yang berada di Kota Sumenep.
Berdiri pada tanggal 15 juni 1974 bertempat di Jalan Barito Pandian Sumenep,
perguruan ini menitik beratkan pada seni beladiri pencak silat yang digali dari
kebudayaan asli nenek moyang bangsa Indonesia yang diangkat kepermukaan untuk
dihayati dan didalami oleh generasi muda sebagai penerus untuk tujuan
memelihara dan melestarikan warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia.
Untuk menjadi salah satu anggota tetap Perguruan Silat Selat Walet Hitam
tersebut dibagi menjadi dua, yakni calon siswa dan murid abadi (siswa). Murid
abadi adalah anggota tetap yang telah disahkan dengan tatacara yang berlaku di
Perguruan Silat Selat Walet Hitam. Sedangkan calon siswa adalah anggota yang
belum disahkan menjadi anggota tetap di Perguruan Silat Selat Walet Hitam.
Untuk calon siswa yang ingin menjadi murid abadi harus melalui 3 masa uji yang
harus dilakukan, adapun tahapannya adalah masa uji mental I, masa uji mental
II, dan masa tabah, yang kemudian diakui sebagai murid abadi.
Pada masa
uji mental I calon siswa dihadapkan pada kegiatan bakti sosial yang bertujuan menanamkan kecintaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa, mempelajari beramal dalam wujud tenaga, dan melatih ketangguhan
mental. Dan untuk masa uji mental II calon siswa dihadapkan pada sumpah
perguruan dengan latar belakang pembentukan jiwa besar pada diri calon, dan
penanaman sifat-sifat satria. Bertujuan mengantarkan calon siswa untuk berjiwa besar dan bersifat satria.
Sedangkan pada masa tabah calon dikarantina di perguruan selama 1 bulan,
betujuan agar calon bersifat sabar dan tidak sombong.
Untuk
tingkatan murid abadi di Perguruan Silat Selat Walet Hitam ada delapan
tingkatan kelas/sabuk, yakni kelas dasar (sabuk hitam), kelas tapak (sabuk
putih), kelas ekor (sabuk kuning emas), kelas sayap (merah), kelas paruh bawah (merah
kalung leher merah), kelas paruh atas (sabuk kuning kalung leher kuning), kelas
eram (sabuk putih kalung leher putih), guru muda dengan tanda pakaian lengkap
putih kalung leher hitam sabuk merah kuning emas (Perguruan Silat Selat Walet
Hitam, 1974:21).
Untuk
mencapai tingkatan murid abadi Perguruan Silat Selat Walet Hitam, calon siswa
diwajibkan mengikuti dan menguasai pelajaran pencak silat dasar yang diberikan
oleh pelatih sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan Perguruan Silat
Selat Walet Hitam. Kurikulum tersebut berisi materi pencak silat Perguruan
Silat Selat Walet Hitam yang disusun sesuai dengan tingakatan kelas/sabuk.
Calon
siswa diberi waktu 2 bulan untuk melewati masa uji yang diberikan kemudian
disahkan menjadi murid abadi. Pada tingkat murid abadi kelas dasar perguruan
walet hitam diberi latihan selama 4 bulan. Dalam waktu yang sudah ditentukan
tersebut mereka harus menguasai semua materi yang diajarkan sesuai dengan
tingkatan kelas/sabuk, yang kemudian dilakukan tes kenaikan tingkat untuk dapat
naik ke tingkatan sabuk yang lebih tinggi. Dalam waktu empat bulan seorang
siswa harus dapat menguasai semua materi yang telah diberikan sesuai dengan
kurikulum Perguruan Silat Selat Walet
Hitam Kabupaten Sumenep. Diantaranya adalah Gerakan Capung Jingga, Gerakan
Lutung Hitam, Langkah Pedang Melayu, Langkah Gerak Seriti, Elakan Luar, Elakan
Dalam, Balas Serang Ganda Jejak, Balas Serang Putar Belakang, dan Balas Serang
Sapuan Rebah Belakang. Dengan waktu latihan
yang terbatas
yaitu 2 jam pada tiap
kali pertemuan, dan 2 kali pertemuan dalam satu minggu, dalam waktu
yang terbatas
tersebut siswa sering
kali mendapat
kesulitan dalam memahami materi dan melatih teknik gerakan yang benar. Selain itu pada tiap kali latihan, siswa tidak hanya
diberi satu macam materi saja tetapi bisa
2 atau 3 macam materi. Sehingga latihan tidak dapat dilakukan secara
optimal. Dan hal ini dapat diketahui dari hasil
nilai yang mereka peroleh pada saat ujian kenaikan tingkat atau sabuk.
Penguasaan teknik pencak silat secara sempurna
dimulai sejak awal, yakni ketika seorang pelatih mengajarkan kepada anak
didiknya teknik-teknik dasar pencak silat. Pelatih yang terburu-buru dalam
mengajarkan suatu teknik dengan tidak memperhatikan teknik gerak secara detail,
hanya akan menciptakan seorang pesilat yang serba kikuk ketika bertanding.
Ataupun bila kebetulan anak tersebut berbakat, maka bakat yang dimiliki tidak
tergali secara maksimal, karena ia telah terbiasa melakukan teknik pencak silat
yang salah, dan karena ia sudah merasa mantap dengan pelaksanaan teknik yang
salah, maka pembetulannyapun menjadi sulit dilakukan.
Salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi
rendahnya prestasi seorang atlet, antara lain adalah kemampuannya dalam
menyerap/menguasai teknik-teknik dasar secara sempurna. Menurut Hariyadi (2003:16).
Kesempurnaan teknik tersebut mendukung tercapainya hasil maksimal ketika
diaplikasikan dalam pertandingan sesungguhnya
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada saat latihan siswa kelas dasar,
pada penguasaan teknik sapuan rebah belakang siswa kelas dasar melakukan kesalahan teknik dibandingkan
dengan penguasaan teknik yang lain, misalnya
pada saat melakukan proses sapuan rebah belakang, saat menjulurkan kaki sapuan
kurang optimal (kaki masih ditekuk) sehingga lintasan yang di peroleh menjadi
pendek, dan juga pada saat melakukan sapuan tidak dapat membuat lawan jatuh
karena perkenaan kaki yang seharusnya adalah mata kaki, namun mengenai betis.
Sehingga pada saat bertanding (sabung) penggunaan teknik sapuan rebah belakang
kurang maksimal ini terbukti dengan tidak jatuhnya lawan dikarenakan posisi
(jarak) yang kadang kurang dan terkadang lebih, dan timing yang kurang
pas pada saat melakukan teknik sapuan rebah belakang, sehingga teknik sapuan
ini hanya digunakan untuk mengulur waktu. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilaksanakan pada Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten
Sumenep pada bulan Februari 2010 dengan cara menyebarkan angket kepada 5 siswa
kelas dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep, diperoleh data
bahwa 90% menyatakan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) merupakan
teknik yang tidak mudah untuk dilakukan dari berbagai macam teknik sapuan, dan
100% setuju dengan adanya video latihan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle)
dapat membantu proses belajar khususnya teknik sapuan rebah belakang. Begitu pula hasil analisis kebutuhan yang ditujukan untuk pelatih Perguruan Silat Selat Walet Hitam
Kabupaten Sumenep disimpulkan bahwa pelatih setuju dengan adanya video sebagai salah satu
media latihan dan memerlukan VCD latihan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) agar dapat membantu proses pemahaman siswa kelas dasar Perguruan Silat Selat Walet
Hitam Kabupaten Sumenep.
Seiring dengan kemajuan teknologi,
maka terdapat banyak cara yang bisa digunakan untuk dapat mempercepat penguasaan dan memahami suatu hal.
Salah satunya
adalah dengan penggunaan
media Video Compact Disk (VCD) untuk membantu
dalam proses pemahaman penguasaan
latihan. Dengan adanya VCD siswa bisa memutar sendiri video teknik sapuan di luar kegiatan latihan, misalnya dirumah sebelum latihan
dilakukan, dengan demikian pemahaman awal yang dimiliki siswa akan memberi
kemudahan dalam memahami dan juga melakukan teknik sapuan. Selain itu
video juga
dapat diputar dengan cara dipercepat,
diperlambat
maupun diputar secara berulang-ulang yang akan memudahkan siswa dalam memahami materi teknik sapuan yang disajikan dalam VCD. Sehingga dengan adanya
VCD
latihan teknik sapuan rebah
belakang ini diharapkan dapat membantu
siswa dalam proses pemahaman penguasaan materi teknik sapuan rebah belakang dengan baik dan benar.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti bermaksud untuk melakukan
penelitian dengan judul“Pengembangan VCD Latihan Teknik Sapuan Rebah Belakang
(cyrcle) Pencak Silat Siswa Kelas Dasar Perguruan Silat Selat Walet
Hitam Kabupaten Sumenep”
B. Tujuan Pengembangan
Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengembangan
VCD latihan Teknik Sapuan Rebah
Belakang (cyrcle) Pencak Silat Siswa Kelas Dasar Perguruan Silat Selat
Walet Hitam Kabupaten Sumenep, yang diharapkan dapat membantu dalam proses
pemahaman teknik sapuan rebah belakang pencak silat.
C.
Spesifikasi Produk
Yang Diharapkan
Produk yang akan dikembangkan berupa VCD latihan teknik
sapuan rebah belakang pencak silat pada siswa kelas dasar Perguruan Silat Selat
Walet Hitam Kabupaten Sumenep, didalamnya ditampilkan:
1.
Tahap-tahap dari gerakan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle):
a. Sikap awal
Sikap pasang – memutarkan tubuh sambil membawa
tubuh ke bawah.
b. Sikap perkenaan/inti
Posisi duduk sempok –
menjulurkan/menyapukan kaki.
c. Sikap akhir
Sikap tangan melindungi badan.
2.
Model
latihan teknik sapuan rebah belakang menggunakan sasaran yaitu air botol
mineral yang berisi pasir dan “peching”.
3.
Aplikasi
teknik sapuan rebah belakang pencak silat
a.
Menyerang
b. Bertahan
D.
Pentingnya Pengembangan
Dengan adanya VCD latihan ini, akan bermanfaat bagi
beberapa pihak, antara lain :
1. Bagi Siswa kelas dasar
Dengan adanya VCD latihan teknik sapuan rebah
belakang (cyrcle) ini, diharapkan dapat membantu dalam mempercepat proses pemahaman siswa kelas dasar terhadap teknik sapuan rebah belakang (cyrcle).
2. Bagi pelatih
Dengan
hasil dari pengembangan VCD teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) pencak silat untuk siswa kelas dasar ini diharapkan dapat membantu dalam memberikan/penyampaian materi teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) pencak silat di Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep.
3. Bagi peneliti
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan
tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan baru dalam meningkatkan prestasi belajar
serta menjadi rujukan dalam kegiatan penelitian pengembangan di waktu yang akan
datang.
E.
Asumsi Dan
Keterbatasan Pengembangan
Dalam penelitian ini, penulis berasumsi bahwa:
1. Di
perguruan Silat Selat Walet Hitam
Kabupaten Sumenep terdapat siswa kelas dasar sabuk hitam.
2. Di butuhkan VCD latihan teknik sapuan
rebah belakang (cyrcle) pada siswa
kelas dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep.
3. Seorang pelatih siswa kelas dasar
Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep adalah seorang guru muda yang telah menguasai pelajaran pencak silat Perguruan Silat Selat Walet Hitam ditingkat kelas dasar.
Produk pengembangan ini mempunyai keterbatasan sebagai berikut:
1.
VCD latihan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) pencak silat yang dikembangkan ini hanya terbatas untuk siswa kelas dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten
Sumenep.
2. Pengembangan
VCD latihan ini hanya untuk penguasaan teknik sapuan rebah
belakang (cyrcle) pencak silat.
3.
Uji coba dan
uji lapangan hanya dilaksanakan pada Perguruan Silat Selat Walet Hitam
Kabupaten Sumenep.
F.
Definisi Istilah
Istilah
yang diberikan penjelasan sehubungan dengan pengembangan ini disusun sebagai berikut:
1.
Penelitian pengembangan adalah suatu
proses atau langkah-langkah penelitian untuk mengembangkan suatu produk baru yang efektif, yang diawali dengan analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan uji coba produk atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggung jawabkan.
2.
Latihan adalah suatu proses kerja yang dilakukan secara continue, berkesinambungan, dilakukan
secara tepat dan berulang-ulang dengan tujuan meningkatkan
kemampuan/keterampilan.
3. Pencak silat adalah salah satu cabang olahraga yang ada di Indonesia
dan merupakan olahraga asli bangsa Indonesia yang telah lama dipelajari oleh
nenek moyang kita. Pencak silat dimainkan di atas gelanggang atau disebut juga
matras yang tebal maksimalnya 5 cm, berukuran 10x10 m dan bidang tanding
berbentuk lingkaran besar dalam bidang gelanggang dengan garis tengah 8 meter
dan garis tengah kecil 3 meter. Dengan sudut merah dan biru serta sudut netral.
4. Media
audio visual adalah
media yang menggunakan alat-alat audio visual yaitu alat-alat yang “audio” artinya dapat didengarkan dan alat-alat yang “visible” artinya dapat dilihat.
5. Perguruan Silat Selat Walet Hitam adalah
nama perguruan pencak silat yang berdiri pada tanggal 15 Juni 1974 dan
berkembang di Kabupaten Sumenep sampai saat ini.
6. Teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) adalah salah satu serangan
menyapu kaki dengan cara merebahkan diri.
7.
Siswa
kelas dasar adalah anggota tetap yang telah disahkan dengan tata cara yang
berlaku di Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep.
8.
Kelas
tapak adalah tingkatan sabuk yang berada di atas kelas dasar.