Sabtu, 27 April 2013

Pengembangan VCD Latihan Teknik Sapuan Rebah Belakang (cyrcle) Pencak Silat Siswa Kelas Dasar


Pengembangan VCD Latihan Teknik Sapuan Rebah Belakang (cyrcle) Pencak Silat Siswa Kelas Dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Banyak dan bermacam-macam beladiri di dunia ini, dan masing-masing memiliki ciri khas yang akhirnya membedakan antara beladiri satu dengan beladiri yang lain. Pencak Silat sebagai cabang seni beladiri yang merupakan budaya bangsa Indonesia untuk diwariskan secara turun temurun.
Beladiri pencak silat terdiri dari berbagai perguruan atau aliran pencak silat, yang sejarah lahirnya tidak semuanya diketahui secara pasti.
Pencak silat pada jaman dahulu hanya diberikan kepada kalangan-kalangan tingkat menengah ke atas. Karena pada masa awal kelahirannya, pencak silat lebih sering berfungsi sebagai upaya mempertahankan diri dari berbagai ancaman, khususnya yang datang dari sesama manusia (Hariyadi, 2003: 2).
            Pada saat ini perkembangan pencak silat di Indonesia sangat pesat, hal ini dibuktikan dengan banyaknya perguruan-perguruan di Indonesia. Salah satunya adalah Perguruan Silat Selat Walet Hitam yang berada di Kota Sumenep. Berdiri pada tanggal 15 juni 1974 bertempat di Jalan Barito Pandian Sumenep, perguruan ini menitik beratkan pada seni beladiri pencak silat yang digali dari kebudayaan asli nenek moyang bangsa Indonesia yang diangkat kepermukaan untuk dihayati dan didalami oleh generasi muda sebagai penerus untuk tujuan memelihara dan melestarikan warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia.
Untuk menjadi salah satu anggota tetap Perguruan Silat Selat Walet Hitam tersebut dibagi menjadi dua, yakni calon siswa dan murid abadi (siswa). Murid abadi adalah anggota tetap yang telah disahkan dengan tatacara yang berlaku di Perguruan Silat Selat Walet Hitam. Sedangkan calon siswa adalah anggota yang belum disahkan menjadi anggota tetap di Perguruan Silat Selat Walet Hitam. Untuk calon siswa yang ingin menjadi murid abadi harus melalui 3 masa uji yang harus dilakukan, adapun tahapannya adalah masa uji mental I, masa uji mental II, dan masa tabah, yang kemudian diakui sebagai murid abadi.
Pada masa uji mental I calon siswa dihadapkan pada kegiatan bakti sosial yang  bertujuan menanamkan kecintaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, mempelajari beramal dalam wujud tenaga, dan melatih ketangguhan mental. Dan untuk masa uji mental II calon siswa dihadapkan pada sumpah perguruan dengan latar belakang pembentukan jiwa besar pada diri calon, dan penanaman sifat-sifat satria. Bertujuan mengantarkan calon siswa  untuk berjiwa besar dan bersifat satria. Sedangkan pada masa tabah calon dikarantina di perguruan selama 1 bulan, betujuan agar calon bersifat sabar dan tidak sombong.
Untuk tingkatan murid abadi di Perguruan Silat Selat Walet Hitam ada delapan tingkatan kelas/sabuk, yakni kelas dasar (sabuk hitam), kelas tapak (sabuk putih), kelas ekor (sabuk kuning emas), kelas sayap (merah), kelas paruh bawah (merah kalung leher merah), kelas paruh atas (sabuk kuning kalung leher kuning), kelas eram (sabuk putih kalung leher putih), guru muda dengan tanda pakaian lengkap putih kalung leher hitam sabuk merah kuning emas (Perguruan Silat Selat Walet Hitam, 1974:21).
Untuk mencapai tingkatan murid abadi Perguruan Silat Selat Walet Hitam, calon siswa diwajibkan mengikuti dan menguasai pelajaran pencak silat dasar yang diberikan oleh pelatih sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan Perguruan Silat Selat Walet Hitam. Kurikulum tersebut berisi materi pencak silat Perguruan Silat Selat Walet Hitam yang disusun sesuai dengan tingakatan kelas/sabuk.
Calon siswa diberi waktu 2 bulan untuk melewati masa uji yang diberikan kemudian disahkan menjadi murid abadi. Pada tingkat murid abadi kelas dasar perguruan walet hitam diberi latihan selama 4 bulan. Dalam waktu yang sudah ditentukan tersebut mereka harus menguasai semua materi yang diajarkan sesuai dengan tingkatan kelas/sabuk, yang kemudian dilakukan tes kenaikan tingkat untuk dapat naik ke tingkatan sabuk yang lebih tinggi. Dalam waktu empat bulan seorang siswa harus dapat menguasai semua materi yang telah diberikan sesuai dengan kurikulum  Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep. Diantaranya adalah Gerakan Capung Jingga, Gerakan Lutung Hitam, Langkah Pedang Melayu, Langkah Gerak Seriti, Elakan Luar, Elakan Dalam, Balas Serang Ganda Jejak, Balas Serang Putar Belakang, dan Balas Serang Sapuan Rebah Belakang. Dengan waktu latihan yang terbatas yaitu 2 jam pada tiap kali pertemuan, dan 2 kali pertemuan dalam satu minggu, dalam waktu yang terbatas tersebut siswa sering kali mendapat kesulitan dalam memahami materi dan melatih teknik gerakan yang benar. Selain itu pada tiap kali latihan, siswa tidak hanya diberi satu macam materi saja tetapi bisa 2 atau 3 macam materi. Sehingga latihan tidak dapat dilakukan secara optimal. Dan hal ini dapat diketahui dari hasil nilai yang mereka peroleh pada saat ujian kenaikan tingkat atau sabuk.
Penguasaan teknik pencak silat secara sempurna dimulai sejak awal, yakni ketika seorang pelatih mengajarkan kepada anak didiknya teknik-teknik dasar pencak silat. Pelatih yang terburu-buru dalam mengajarkan suatu teknik dengan tidak memperhatikan teknik gerak secara detail, hanya akan menciptakan seorang pesilat yang serba kikuk ketika bertanding. Ataupun bila kebetulan anak tersebut berbakat, maka bakat yang dimiliki tidak tergali secara maksimal, karena ia telah terbiasa melakukan teknik pencak silat yang salah, dan karena ia sudah merasa mantap dengan pelaksanaan teknik yang salah, maka pembetulannyapun menjadi sulit dilakukan.
Salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi seorang atlet, antara lain adalah kemampuannya dalam menyerap/menguasai teknik-teknik dasar secara sempurna. Menurut Hariyadi (2003:16). Kesempurnaan teknik tersebut mendukung tercapainya hasil maksimal ketika diaplikasikan dalam pertandingan sesungguhnya
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada saat latihan siswa kelas dasar, pada penguasaan teknik sapuan rebah belakang siswa kelas dasar melakukan kesalahan teknik dibandingkan dengan penguasaan teknik yang lain, misalnya pada saat melakukan proses sapuan rebah belakang, saat menjulurkan kaki sapuan kurang optimal (kaki masih ditekuk) sehingga lintasan yang di peroleh menjadi pendek, dan juga pada saat melakukan sapuan tidak dapat membuat lawan jatuh karena perkenaan kaki yang seharusnya adalah mata kaki, namun mengenai betis. Sehingga pada saat bertanding (sabung) penggunaan teknik sapuan rebah belakang kurang maksimal ini terbukti dengan tidak jatuhnya lawan dikarenakan posisi (jarak) yang kadang kurang dan terkadang lebih, dan timing yang kurang pas pada saat melakukan teknik sapuan rebah belakang, sehingga teknik sapuan ini hanya digunakan untuk mengulur waktu. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilaksanakan pada Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep pada bulan Februari 2010 dengan cara menyebarkan angket kepada 5 siswa kelas dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep, diperoleh data bahwa 90% menyatakan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) merupakan teknik yang tidak mudah untuk dilakukan dari berbagai macam teknik sapuan, dan 100% setuju dengan adanya video latihan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) dapat membantu proses belajar khususnya teknik sapuan rebah belakang. Begitu  pula hasil analisis kebutuhan yang ditujukan untuk pelatih Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep disimpulkan bahwa pelatih setuju dengan adanya video sebagai salah satu media latihan dan memerlukan VCD latihan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) agar dapat membantu proses pemahaman siswa kelas dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep.
Seiring dengan kemajuan teknologi, maka terdapat banyak cara yang bisa digunakan untuk dapat mempercepat penguasaan dan memahami suatu hal. Salah satunya adalah dengan penggunaan media Video Compact Disk (VCD)  untuk membantu dalam proses pemahaman penguasaan latihan. Dengan adanya VCD siswa bisa memutar sendiri video teknik sapuan di luar kegiatan latihan, misalnya dirumah sebelum latihan dilakukan, dengan demikian pemahaman awal yang dimiliki siswa akan memberi kemudahan dalam memahami dan juga melakukan teknik sapuan. Selain itu video juga dapat diputar dengan cara dipercepat, diperlambat maupun diputar secara berulang-ulang yang akan memudahkan siswa dalam memahami materi teknik sapuan yang disajikan dalam VCD. Sehingga dengan adanya VCD latihan teknik sapuan rebah belakang ini diharapkan dapat membantu siswa dalam proses pemahaman penguasaan materi teknik sapuan rebah belakang dengan baik dan benar.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian dengan judulPengembangan VCD Latihan Teknik Sapuan Rebah Belakang (cyrcle) Pencak Silat Siswa Kelas Dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep”
B.     Tujuan Pengembangan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangan VCD latihan  Teknik Sapuan Rebah Belakang (cyrcle) Pencak Silat Siswa Kelas Dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep, yang diharapkan dapat membantu dalam proses pemahaman teknik sapuan rebah belakang pencak silat.
C.    Spesifikasi Produk Yang Diharapkan
Produk yang akan dikembangkan berupa VCD latihan teknik sapuan  rebah belakang pencak silat pada siswa kelas dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep, didalamnya ditampilkan:
1.      Tahap-tahap dari gerakan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle):
a.       Sikap awal
Sikap pasang – memutarkan tubuh sambil membawa tubuh ke bawah.
b.      Sikap perkenaan/inti
Posisi duduk sempok – menjulurkan/menyapukan kaki.
c.       Sikap akhir
Sikap tangan melindungi badan.
2.      Model latihan teknik sapuan rebah belakang menggunakan sasaran yaitu air botol mineral yang berisi pasir dan “peching”.
3.      Aplikasi teknik sapuan rebah belakang pencak silat
a.       Menyerang
b.      Bertahan
D.    Pentingnya Pengembangan
            Dengan adanya VCD latihan ini, akan bermanfaat bagi beberapa pihak, antara lain :
1.      Bagi Siswa kelas dasar
Dengan adanya VCD latihan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) ini, diharapkan dapat membantu dalam mempercepat proses pemahaman siswa kelas dasar terhadap teknik sapuan rebah belakang (cyrcle).
2.      Bagi pelatih
Dengan hasil dari pengembangan VCD teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) pencak silat untuk siswa kelas dasar ini diharapkan dapat membantu dalam memberikan/penyampaian materi teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) pencak silat di Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep.
3.      Bagi peneliti
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan baru dalam meningkatkan prestasi belajar serta menjadi rujukan dalam kegiatan penelitian pengembangan di waktu yang akan datang.


E.     Asumsi Dan Keterbatasan Pengembangan
Dalam penelitian ini, penulis berasumsi bahwa:
1.      Di perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep terdapat siswa kelas dasar sabuk hitam.
2.      Di butuhkan  VCD latihan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) pada siswa kelas dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep.
3.      Seorang pelatih siswa kelas dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep adalah seorang guru muda yang telah menguasai pelajaran pencak silat Perguruan Silat Selat Walet Hitam ditingkat kelas dasar.
Produk pengembangan ini mempunyai keterbatasan sebagai berikut:
1.      VCD latihan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) pencak silat yang dikembangkan ini hanya terbatas untuk siswa kelas dasar Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep.
2.      Pengembangan VCD latihan ini hanya untuk penguasaan teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) pencak silat.
3.      Uji coba dan uji lapangan hanya dilaksanakan pada Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep.
F.     Definisi Istilah
Istilah yang diberikan penjelasan sehubungan dengan pengembangan ini disusun sebagai berikut:
1.      Penelitian pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah penelitian untuk mengembangkan suatu produk baru yang efektif, yang diawali dengan analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan uji coba produk atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggung jawabkan.
2.      Latihan adalah suatu proses kerja yang dilakukan secara continue, berkesinambungan, dilakukan secara tepat dan berulang-ulang dengan tujuan meningkatkan kemampuan/keterampilan.
3.      Pencak silat adalah salah satu cabang olahraga yang ada di Indonesia dan merupakan olahraga asli bangsa Indonesia yang telah lama dipelajari oleh nenek moyang kita. Pencak silat dimainkan di atas gelanggang atau disebut juga matras yang tebal maksimalnya 5 cm, berukuran 10x10 m dan bidang tanding berbentuk lingkaran besar dalam bidang gelanggang dengan garis tengah 8 meter dan garis tengah kecil 3 meter. Dengan sudut merah dan biru serta sudut netral.
4.      Media audio visual adalah media yang menggunakan alat-alat audio visual yaitu alat-alat  yang “audio” artinya dapat didengarkan dan alat-alat yang “visible” artinya dapat dilihat.
5.      Perguruan Silat Selat Walet Hitam adalah nama perguruan pencak silat yang berdiri pada tanggal 15 Juni 1974 dan berkembang di Kabupaten Sumenep sampai saat ini.
6.      Teknik sapuan rebah belakang (cyrcle) adalah salah satu serangan menyapu kaki dengan cara merebahkan diri.
7.      Siswa kelas dasar adalah anggota tetap yang telah disahkan dengan tata cara yang berlaku di Perguruan Silat Selat Walet Hitam Kabupaten Sumenep.
8.      Kelas tapak adalah tingkatan sabuk yang berada di atas kelas dasar.